Assalamu'alaikum wr.wb
Apa kabar sob? Pada kali ini Admin akan memposting pola teks pidato wacana syukur. Dibawah ini yaitu contohnya:
Assalamu'alaikum wr. wb.
بِسْمِ اللهِ الرّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلَامُ عَلىَ اَشْرَفِ اْللأَنْبِياَءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ سَيِّدِناَ وَمَوْلَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْنَ, اَمَّا بَعْدُ
Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur kita kehadirat Ilahi Robbi yang telah melimpahkan rahmat dan karunianya tak lupa shalawat dan salam kita curahkan kepada Nabi kita Nabi Muhammad Saw.
Tema pidato yang akan dibawakan oleh aku yaitu Syukur. Seringkah hadirin sekalian bersyukur kepada Tuhan atas semua nikmat yang telah diberikan kepada kita ?
Allah berfirman dalam surah Ibrahim ayat 7 yaitu:
لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِيلَشَدِيدٌ
Artinya :
"..... Sesungguhnya jikalau kau bersyukur, pasti Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jikalau kau mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat."
Dari ayat di atas banyak cara untuk mengungkapkan rasa syukur kita kepada Tuhan swt. pola kecil mensyukuri nikmat bernafas, jikalau Tuhan tidak memberi oksigen secara gratis kepada semua makhluk maka pasti semua makhluk tersebut kehabisan oksigen dan alhasil mati. Itu yaitu pola kecil dari nikmat yang diberikan oleh Tuhan kepada kita.
Syukur itu sanggup diwujudkan dalam 3 kategori :
1. Syukur I'tiqodi (Syukur dengan Hati)
Artinya keyakinan seorang hamba akan apapun yang datang pada dirinya yang sesuai dengan kebutuhan dan tidak ada celaan dari agama pada akhirnya. nikmat itu
merupakan santunan mutlaq Tuhan Swt. yang berupa bentuk kasih sayangnya semata-mata dan merupakan suatu ujian dimana akan menguji kita apakah nikmat tersebut sanggup kita pakai sebagai sarana untuk beribadah kepadanya atau tidak.
merupakan santunan mutlaq Tuhan Swt. yang berupa bentuk kasih sayangnya semata-mata dan merupakan suatu ujian dimana akan menguji kita apakah nikmat tersebut sanggup kita pakai sebagai sarana untuk beribadah kepadanya atau tidak.
2. Syukur Lisani (Syukur dengan lisan)
Yaitu suatu ucapan atau bahasa yang mengatakan kepada kebahagiaan hati dengan adanya nikmat. Dengan apapun
ucapannnya yang penting mengatakan pada legalisasi hati kepada nikmat dari Tuhan Swt. menyerupai perkatan : "Alhamdulillahi Robbil 'alamiin", atau "Alhamdulillahi 'ala Kulli Hallin," atau yang bersifat khusus seperti Alhamdulillahilladzi ath'amanaa Wa Saqoona, dan puji-pujian yang lainnya.
ucapannnya yang penting mengatakan pada legalisasi hati kepada nikmat dari Tuhan Swt. menyerupai perkatan : "Alhamdulillahi Robbil 'alamiin", atau "Alhamdulillahi 'ala Kulli Hallin," atau yang bersifat khusus seperti Alhamdulillahilladzi ath'amanaa Wa Saqoona, dan puji-pujian yang lainnya.
Syukur bila dikaitkan dengan nikmat yang khusus maka wajib hukumnya menyerupai "Alhamdulillah 'ala ni'matil iimaani wal islam" atau saat kita memperoleh nikmat atau sesuatu santunan lewat tangan orang lain maka kita jangan lupa untuk mengucapkan terima kasih (syukur). Hal ini ada pada sabda Rasulullah Saw. yaitu :
عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : اُنْظُرُوْا إِلَى مَنْ أَسْفَلَ مِنْكُمْ، وَلاَ تَنْظُرُوْا إِلَى مَنْ فَوْقَكُمْ، فَهُوَ أَجْدَرُ أَنْ لاَ تَزْدَرُوْا نِعْمَةَ اللهِ عَلَيْكُم
Artinya :
"Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu beliau berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, lihatlah kepada orang-orang yang lebih rendah daripada kalian, dan janganlah kalian melihat kepada orang-orang yang berada di atas kalian, alasannya yang demikian itu lebih patut bagi kalian, semoga kalian tidak meremehkan nikmat Tuhan yang telah dianugerahkan kepada kalian.”
3. Syukur Arkani (Syukur dengan perbuatan)
Yaitu Syukur yang dilaksanakan dengan cara Memanfaatkan nikmat untuk beribadah kepada Tuhan Swt. Seperti Mensyukuri Nikmat melihat digunakan untuk membaca Al-Quran, atau Mensyukuri Nikmat mendengar maka digunakan untuk mendengarkan nasihat, atau syukur terhadap jabatan atau kekuasaaan maka digunakan untuk menegakkan keadilan. atau mensyukuri nikmat harta dengan cara bersedekah, atau syukur terhadap nikmat sehat akal, yaitu dengan cara menuntut ilmu, dan lain sebagainya.
Syukur yang semuanya ini kalau kita terapkan digunakan dalam pendorong dalam beribadah maka Insya Tuhan akan meningkatkan nilai ibadah dan dijanjikan akan ditambah-tambah nikmat baik dari segi kualitas maupun kuantitas nikmatnya.
Sekian dari aku bila ada kekurangan mohon dimaafkan
Wassalamu'alaikum wr. wb


