Menggunakan Konjungsi Antarkalimat dan Intrakalimat
Di artikel kali ini akan membahas wacana Konjungsi Antarkalimat dan Konjungsi Intrakalimat. Dalam menulis sebuah paragraf, cerpen atau novel pastilah anda harus menguasai konjungsi sebagai penunjangnya. Bagi anda yang belum paham wacana konjungsi, di sini saya akan menjabarkannya satu - persatu beserta contohnya. Dan berikut ini yaitu konjungsi antarkaliamat dan intrakalimat.
Konjungsi Antarkalimat
Konjungsi Antarkalimat yaitu kata yang menghubungkan antara kalimat satu degan kalimat yang lain. Sehingga konjungsi ini akan selalu dimulai dengan kalimat baru.
Contoh Konjungsi Antarkalimat
- Konjungsi yang menyatakan adanya hal , kejadian , atau keadaan lain di luar dari yang telah dinyatakan sebelumnya , ibarat pemanis pula , lagi pula , dan selain itu.Conoh kalimatnya : Memang tim kami kalah dari tim yang lain, lagi pula kami kurang persiapan.
- Konjungsi yang menyatakan kontradiksi dengan yang dinyatakan pada kalimat sebelumnya , ibarat biarpun demikian / begitu , sekalipun demikian , / bagitu , walaupun demikian / begitu , dan meskipun demikian / begitu. Contoh kalimatnya : Kekalahan darinya kemarin memang menciptakan kami kecewa, namun demikian kami akan tetap semangat bertanding.
- Konjunsi yang menyatakan keadaan yang sebenarnya , ibarat sesunguhnya dan bahu-membahu . Contoh kalimatnya : Kekalahan kemarin, sesungguhnya sudah di prediksi sebelumnya.
- Konjungsi yang menyatakan lanjutan dari kejadian atau keadaan pada kalimat sebelumnya , ibarat sehabis itu , setelah itu , dan selanjutnya .Contoh kalimat : Rombongan berhenti sejenak di rumah penduduk, Sesudah itu eksklusif melanjutkan perjalanan selanjutnya.
- Konjungsi yang menyatakan kebalikan dari yang dinyatakan sebelumnya , ibarat sebaliknya. Kita dihentikan merusak terumbu karang di maritim ini, sebaliknya kita harus menjaganya biar tetap lestari.
- Konjungsi yang menyatakan kontradiksi dengan keadaan sebelumnya, ibarat namun dan akan tetapi . Contoh kalimat : Api memang sudah padam, akan tetapi kita harus tetap waspada.
- Konjungsi yang menyatakan kejadian yang mendahului hal yang di nyatakan sebelumnya , ibarat sebelum itu. Contoh Kalimat : Warga berhasil meringkus dua orang pencuri yang kabur, sebelum itu tiga orang pencuri lainnya sudah berhasil di tangkap.
- Konjungsi yang menguatkan keadaan yang dinyatakan sebelumnya , ibarat malahan dan bahkan . Contoh kalimat : Anak itu selalu menerima juara ditingkat provinsi, bahkan pernah juara di tingkat nasional.
- Konjungsi yang menyatakan kosekuensi, ibarat dengan demikian. Contoh kalimat : Kamu sudah berani melanggar tata tertib di sekolah ini, dengan demikian kau harus mendapatkan resikonya.
- Konjungsi yang menyatakan akhir , ibarat oleh lantaran itu dan oleh alasannya itu . Contoh kalimat : Mereka sangat kelaparan, oleh alasannya itu mereka nekat mencuri.
Konjungsi Intrakalimat
Konjungsi Intrakalimat yaitu kata yang menghubungkan satuan- satuan kata dengan kata, klausa dengan klausa dan frasa dengan frasa. Konjungsi intrakalimat di bagi menjadi dua yaitu konjungsi koordinatif dan konjungsi subordinatif.
Konjungsi Koordinatif
Konjungsi yang menghubungkan antara dua klausa atau beberapa klausa lain tetapi mempunyai sintaksis yang sama, diantaranya yaitu : dan, tetapi, atau, melainkan, sedangkan, lalu, kemudian, padahal.
Contoh kalimat Konjungsi Koordinatif
- Dan : Pasar itu habis terbakar dan rumah di dekatnya tidak ketinggalan ikut terbakar.
- Tetapi : Dia bahagia ke kebun binatang, tetapi beliau tidak berani menyentuh binatang
- Atau : Dia gundah pergi ke kebun hewan atau museum
- Melainkan : Aku tidak suka basket, melainkan lebih suka sepak bola
- Sedangkan : Ayah sedang sibuk bekerja, sedangkan saya malah asyik menonton tv
- Lalu : Mereka tiba bersama kemudian pergi sendiri - sendiri
- Kemudian : saya mencuci tangan terlebih dahulu, kemudian gres makan
- Padahal : Sayangnya kami kalah dari tim lain, padahal sedikit lagi kami memenangkan pertandingan.
Konjungsi Subordinatif
Konjungsi Subordinatif yaitu konjungsi yang menghubungkan antara dua klausa atau beberapa klausa lain tetapi mempunyai sintaksis yang tidak sama, diantaranya yaitu : ketika, jika, seandainya, agar, walaupun, seolah-olah, sebab, sampai-sampai, bahwa.
Contoh kalimat Konjungsi Subordinatif
- Ketika : Ayahnya meninggal, saat ia masih kecil
- Jika : Aku akan di beri hadiah jikalau saya berprestasi
- Seandainya : Dia tidak akan di aturan seandainya beliau tidak melanggar tata tertib
- Agar : Kita harus ulet berguru biar sanggup meraih prestasi
- Walaupun : Dia tetap semangat walaupun beliau cacat
- Seolah - olah : Dia sangat suka pamer harta seolah - olah orang kaya
- Sebab : Dia tidak naik kelas, alasannya ia malas belajar
- Sampai - sampai : Dia sangat mahir bela diri, hingga - hingga di juluki si pitung
- Bahwa : Ia menyatakan bahwa ia mengundurkan diri sebagai ketua kelas

